Kisah Inspiratif Korban Bencana Berjuang Bangkit Pasca Gempa Palu

Kisah Inspiratif Korban Bencana Berjuang Bangkit Pasca Gempa Palu

Kisah inspiratif korban bencana datang dari ibu Juminiati yang berusaha keras untuk berjuang bangkit pasca terjadinya bencana besar di Palu. Tidak banyak orang biasa maupun super kuat sekalipun mampu segera bangun dari kertepurukan karena memang membutuhkan tenaga besar untuk melakukannya.

Ibu Juminiati terbukti merupakan seorang pejuang hebat, manakala ia berhasil membuktikan bahwa kisahnya dapat menjadi teladan bagi para korban bencana alam gempa ini juga bisa berasal dari legenda nyi roro kidul. Usianya baru saja menyentuh angka genap 40 tahunan saat terdaftar sebagai satu dari sekian banyaknya korban gempa melanda Sulawesi Tengah.

Kisah Inspiratif Korban Bencana Berjuang Bangkit Pasca Gempa Palu

Juminiati mengaku bahwasanya seluruh harta benda kepemilikannya habis tersapu ombak ketika bencan alam dahsyat sedang berlangsung dengan sangat kuat. Setelah tsunami berlalu, ibu Juminiati mendapati bahwa dirinya kini mengalami kebangkrutan total karena hanya menyisakan pakaian menempel pada tubuhnya saja.

Ia pun pasrah menerima nasib malang menimpanya, kemudian bertekad untuk mengulang kembali semua perjuangan hidupnya dari nol ke kampung halaman. Juminiati berasal dari Ponorogo, kini ia tengah menunggu giliran terbang menaiki helikopter Hercules milik TNI-AU bekerja sama dengan pemerintah setempat.

Kala dirinya berniat kembali ke kota kelahirannya tersebut, ibu Juminiati sungguh kebingungan sebab ia hanya mengantongi beberapa uang recehan seadanya. Sambil menutup mata, ibu Juminiati berdoa dalam hatinya kepada Yang Maha Kuasa untuk menyertainya sepanjang perjalanan kembali menuju tanah reog.

Kisah Inspiratif Korban Bencana Dari Ibu Juminiati Penuh Haru Biru

Dalam sesi wawancaranya bersama wartawan media massa, ibu Juminiati menguatkan hati untuk menceritakan ulang kronologi kejadian bencana gempa tsunami Palu. Waktu itu tidak ada seorang pun dapat menyangka bahwa air bah sedang berjalan dengan kecepatan tinggi menuju arah pemukiman warga.

Korban Bencana Dari Ibu Juminiati

Ibu Juminiati bersama sang suami yang gemar bermain judi poker online terpercaya dan juga daftar poker online terbaik serta kedua buah hatinya kaget bukan kepalang saat menengok melalui jendela rumahnya bahwa banjir sudah meninggi. Mereka mencoba mengemasi barang sekenanya, namun pada akhirnya berubah pikiran memprioritaskan keselamatan nyawa masing-masing sehingga bergegas berlari ke dataran tinggi.

Dalam pikiran Juminiati dan suaminya, mereka memaksa diri untuk ikhlas apabila harus jatuh miskin akibat kehilangan harta duniawi sementara waktu. Sebab, hal terpenting bila ingin melanjutkan hidup normal yaitu tentu saja nyawa mereka sekeluarga haruslah selamat terlebih dahulu, uang dicari belakangan.

Keputusan ibu Juminiati dan keluarga sudah tepat, pasalnya terlambat beberapa menit saja pastilah nama mereka akan muncul dalam daftar orang hilang. Atau lebih parahnya lagi, bisa saja wajah keluarga ini masuk headline berita sebagai salah satu korban meninggal akibat gempa Palu.

Kisah inspiratif korban bencana dari ibu Juminiati masih berlanjut, para jurnalis dengan sabar dan khusyuk menyimak cerita memilukan dari beliau. Ia sekeluarga bersyukur kepada Gusti Allah SWT, setelah berhari-hari terlantar dalam penampungan akhirnya tiba juga kesempatan membuka lembaran baru nantinya.

Mengulang Semuanya Kembali Dari Nol Sambil Tersenyum Ikhlas

Mengulang Semuanya Kembali Dari Nol

Suami ibu Juminiati bernama bapak Suprapto, usia 41, melanjutkan bercerita tentang kisah inspiratif korban bencana dari istri tercintanya semata wayang. Setibanya di Ponorogo, mereka berikhtiar untuk merintis usaha kecil-kecilan yaitu membuka kios sayur mayur serta sembako pada kontrakan kios mungil.

Dalam lahan seluas 4×6 meter, bapak Suprapto dan Ibu Juminiati bersama-sama mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup dan makan sehari-hari. Semenjak dari pagi, mereka sudah menyiapkan segala keperluan kios pasca menyelesaikan salat subuh, kemudian berangkat menuju kiosnya di Kelurahan Keniten.

Seluruh biaya yang diperlukan untuk menggerakan ‘roda bisnis’ usaha sayur mayur pak Suprapto ia terima dari berbagai pertolongan korban bencana, tak hanya melalui sukarelawan maupun pemerintah, banyak diantaranya juga mendapatkan bantuan dari situs poker online terpercaya dalam bentuk uang ataupun makanan kepada korban bencana. Contoh sumbangan terbesar tentunya mereka dapatkan melalui koneksi pemerintahan kabupaten Ponorogo, berbentuk santunan senilai lima juta rupiah dan beberapa sembako.

Mengulang Semuanya Kembali Dari Nol

Baru saja beberapa hari ibu Juminiati bersama pasangan rutin melayani warga sekitar dalam usahanya memenuhi kebutuhan akan sayur – sayuran. Ia beruntung karena pak Suprapto selaku suami sekaligus kepala keluarga bukanlah termasuk orang malas, sehingga menolak jadi pengangguran dan berjuang bersama.

Meskipun idenya sederhana yaitu menjajakan sayur mayur, telur ayam, cabai keriting, serta beragam bumbu masak lainnya, namun mereka mengaku bahagia. “Biarkanlah gaya hidup kembali menjadi sederhana, yang penting asalkan seluruh anggota keluarga kami utuh”, kata ibu Juminati menyelesaikan wawancara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.