Mengenang Sejarah Bencana Aceh

Siapa yang tidak mengenal bencana Aceh yang melanda daerah tersebut pada tahun 2004. Bencana ini adalah bencana alam terbesar yang pernah melanda Indonesia selama priode ke priode. Tepatnya kejadian tersebut terjadi pada tanggal 26 Desember ini dan merenggut 227 ribu korban jiwa. Dalam artikel singkat ini kita akan mengulas balik kisah dan kejadian kelam yang melanda Indonesia. Bencana alam tersebut tidak dapat di perkirakan kapan terjadi oleh manusia bahkan BMKG sekalipun. Namun Hewan Bisa Prediksi Bencana Alam Secara Alami daripada manusia

Gempa dengan kekuatan 9,1 skala Richter dengan ketinggian tsunami hingga 30 meter ini terjadi dengan sangat dasyat. Saking besar dan dasyatnya bencana ini, banyak yang mengira jika pristiwa tersebut akan menyebabkan kiamat atau akhir dari dunia. Banyak masyarakat Aceh yang sangat ketakutakan dengan pristiwa kelam yang terjadi kala itu. Bahkan banyak juga yang menjadi sangat trauma dan bahkan depresi bagi mereka yang selamt dari kejadian mengerikan tersebut.

Mengenang Sejarah Bencana Aceh

Walaupun jika kita menyaksikan dasyatnya tsunami yang terjadi kala itu, namun banyak juga yang mampu selamat dari kejadian yang sangat mengerikan tersebut. Dan mereka yang berhasil selamat kebanyakan nya adalah orang yang sangat beruntung. Sejumlah relawan yang merupakan bettor lovers pun ikut menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam berdasarkan pendapatan mereka dari hasil bermain di situs gaple online uang asli yang berjumlah puluhan hingga ratusan juta rupiah, padahal mereka hanya bermain selama kurang dari 24 jam saja hari itu. Banyak kisah yang bisa dikatakan tragis saat mereka mempertahankan diri dan nyawa mereka untuk melawan maut.

Korban Selamat Dari Bencana Aceh

Cerita datang dari salah satu korban selamat dari bencana yang melanda Aceh yaitu Arif Munandar, dimana ia berhasil hidup 4 hari setelah pristiwa kelam melanda Aceh. Pria yang akrab dengan panggilan Akiong itu kehilangan 24 orang keluarga nya yang mana termasuk kehilangan istri dan ketiga anak nya. Bukan hanya kehilangan seluruh keluarga nya, ia juga kehilangan semua harta benda yang ia miliki. Rumah nya habis tersapu bersih oleh tsunami dahsyat waktu itu.

Arif Munandar

Sebenarnya Arif sempat dikatakan meninggal dunia dan di letakan di dalam katung mayat selama 4 hari lamanya. Namun keajaiban terjadi yang mana selama 4 hari ia di dalam kantung mayat ternyata ia masih dalam keadaan hidup. Ia bangun dan bingung dengan apa yang telah terjadi, dimana ia sangat bingung mengapa ia diletakan di dalam kantong mayat tersebut. Banyak juga orang yang sangat kaget dengan bangun nya ia dari kantong tersebut. Yang mana rencananya memang ia akan di kuburkan secara masal dengan semua mayat korban bencana alam yang lainnya.

Banyak media yang menyiarkan tentang selamatnya Arif yang berpotensi sangat besar merenggut nyawanya tersebut. Ia sempat menceritakan kapan terakhi kalinya ia merasakan hidup bersama dengan sanak keluarganya tersebut. Dimana kala itu ia sedang pulang kerja dan masih disambut oleh sang istri pada saat ia pulang kerja. Namun sesudah ia pulang kerja, ia pergi keluar rumah sekedar berjalan-jalan sambil bermain game judi slot online dari https://discosperfectos.com/ ini disekitaran komplek rumah nya tersebut. Dan saat ia mendapatkan kemenangan slot jackpot itulah peristiwa mengerikan tersebut merenggut segalanya dari hidupnya.

Museum Yang Di Bangun

Banyak sekali monumen dan tempat yang di percaya banyak menyimpan kisah kelam kala kejadian gempa mengerikan tersebut terjadi. Salah satunya pembangunan museum untuk tetap mengenang masa tersebut. Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah Daerah Nanggroe Aceh Darussalam, Pemerintah Kota Banda Aceh dan Ikatan Arsitek Indonesia membangun Museum Tsunami Aceh dan meresmikannya pada tahun 2008.

Museum Yang Di Bangun

Museum tersebut dibangun selain dengan tujuan untuk mengenang sejarah kelam Aceh tahun 2004 tersebut. Juga sekaligus menjadi pembelajaran untuk pendidikan gempa dan bencana alam yang ada. Banyak yang mengunjungi museum tersebut dari semua daerah dari seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *